Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan atau coba peralatan pencari pranala. Tag ini diberikan pada November 2022. |
Choe Bu | |
Hangul | |
---|---|
Hanja | |
Alih Aksara | Choe Bu |
McCune–Reischauer | Ch'oe Pu |
Nama pena | |
Hangul | |
Hanja | |
Alih Aksara | Geumnam |
McCune–Reischauer | Kŭmnam |
Choe Bu (bahasa Korea: 최부, 1454–1504) adalah seorang pejabat Korea selama masa awal Dinasti Joseon. Ia paling terkenal karena kisah perjalanan karamnya di Tiongkok dari Februari hingga Juli 1488, pada masa dinasti Ming. Ia akhirnya dibuang dari istana Joseon pada tahun 1498 dan dieksekusi pada tahun 1504 ketika terjadi pembersihan politik. Namun, pada tahun 1506 namanya dibebaskan dari segala macam kesalahan dan diberi penghargaan anumerta oleh lingkungan kerajaan Joseon.
Catatan harian Choe tentang perjalanannya ke Tiongkok telah banyak dicetak selama abad ke-16 di Korea dan Jepang. Para sejarawan modern juga merujuk pada karya tulisnya, karena buku harian perjalanannya memberikan perspektif luar yang unik tentang budaya Tiongkok pada abad ke-15. Sikap dan pendapat yang diungkapkan dalam tulisannya mewakili sebagian sudut pandang dan pandangan dari sastrawan Konghucu Korea abad ke-15, yang memandang bahwa budaya Tionghoa sangat sesuai dan serupa dengan budaya mereka sendiri. Penjelasannya tentang kota, orang, adat istiadat, masakan, dan perdagangan maritim di sepanjang Terusan Besar Tiongkok memberikan wawasan tentang kehidupan sehari-hari masyarakat Tiongkok dan bagaimana perbedaannya antara Tiongkok utara dan selatan pada abad ke-15.
Choe Bu keturunan klan Choe dari Tamjin[1] lahir pada tahun 1454 di kota prefektur Naju, Jeollanam-do, Korea.[2] Choe lulus ujian jinsa pada tahun 1477,[2] yang merupakan ujian dasar menjadi pegawai kerajaan dan ujian tersebut belum dapat memastikan jabatan seseorang di pemerintahan; sebaliknya, ujian itu memungkinkan seseorang untuk bisa mendaftar ke Akademi Nasional, atau Seonggyungwan, di mana ia bisa belajar secara lebih lanjut untuk mengikuti ujian mungwa yang lebih tinggi.[3] Dalam persiapan untuk ujian, ia mempelajari Lima Klasik, lima buku ajaran Konfusian yang telah dipelajari oleh siswa selama berabad-abad, ia juga diajarkan penekanan dari Empat Buku Zhu Xi (1130–1200),[4] yang sejalan dengan doktrin Neo-Konfusianisme yang pertama kali diterima dalam pendidikan arus utama Tiongkok selama pertengahan abad ke-13.[5] Ia lulus ujian pegawai sipil pertamanya pada tahun 1482 dan ujian pegawai sipil kedua pada tahun 1486, yang membuatnya memenuhi syarat untuk langsung menduduki jabatan di pemerintahan.[2] Dalam kariernya sebagai pejabat kerajaan yang membentang selama 18 tahun, Choe mendapat kehormatan dengan menduduki berbagai posisi jabatan. Ia menjadi pejabat di Perpustakaan Hodang, kantor percetakan, dan Akademi Nasional. Ia juga memegang posisi yang melibatkan militer, seperti ditugaskan di komisi persediaan militer, kantor inspektur jenderal, dan di garnisun Yongyang.[2] Puncak kariernya adalah ketika ia dipromosikan sebagai menteri Direktorat Upacara di ibu kota, yang merupakan sebuah jabatan terhormat.[2] Choe Bu juga salah satu cendekiawan yang membantu penyusunan Dongguk Tonggam pada tahun 1485, sebuah kronik sejarah Korea dari zaman kuno.[2] Choe mempelajari etika Konfusianisme, sastra Tiongkok, puisi Tiongkok, dan fasih dalam sejarah Korea, geografi, dan orang-orang terkenal; semua ini kemudian membantunya menghilangkan pandangan dari beberapa pejabat Tiongkok yang mengiranya adalah seorang bajak laut Jepang daripada seorang pejabat Korea yang sayangnya mengalami kejadian kapal karam di Tiongkok.[6][7] Pada tahun 1487, Choe Bu dikirim ke Pulau Jeju untuk memeriksa catatan budak-budak yang melarikan diri dari daratan.[2]
<ref>
tidak sah;
tidak ditemukan teks untuk ref bernama goodrich 1976 258
<ref>
tidak sah;
tidak ditemukan teks untuk ref bernama khair 2006 156