Jalur Hachikō | |||||
---|---|---|---|---|---|
![]() KRL 209 series menyeberangi Sungai Tama, Februari 2007 | |||||
![]() |
|||||
Ikhtisar | |||||
Nama asli | 八高線 | ||||
Jenis | Kereta berat | ||||
Lokasi | Tokyo, Prefektur Saitama, Prefektur Gunma | ||||
Terminus | Hachiōji Stasiun Kuragano | ||||
Stasiun | 23 | ||||
Operasi | |||||
Dibuka | 1931 | ||||
Pemilik | ![]() | ||||
Rangkaian | 209-3100 series, 209-3500 series, E231-3000 series, E233 series, KiHa 110 series | ||||
Data teknis | |||||
Panjang lintas | 920 km (570 mi) | ||||
Jenis rel | Jalur tunggal(Hachiōji - Kita-Fujioka) Jalur ganda berbagi dengan Jalur Takasaki (Kita-Fujioka - Kuragano) | ||||
Lebar sepur | 1.067 mm (3 ft 6 in) | ||||
Elektrifikasi | 1,500 V DC listrik aliran atas (Hachiōji - Komagawa) | ||||
|
Jalur Hachikō (八高線 , Hachikō-sen) adalah sebuah jalur kereta api regional sepanjang 92.0 km yang dimiliki dan dioperasikan oleh East Japan Railway Company (JR East). Jalur ini berada di dalam wilayah Tokyo, Saitama, dan Prefektur Gunma di Jepang. Jalur ini menghubungkan Stasiun Hachiōji Hachiōji, Tokyo dengan Stasiun Kuragano di Takasaki, Prefektur Gunma.
Stasiun Komagawa di Hidaka, Saitama menjadi titik perbatasan bagi dua bagian jalur. Bagian selatan dari Hachiōji sampai Komagawa terelektrifiksi pada tegangan 1,500 V DC. Beberapa kereta berhenti di Komagawa, sedangkan kereta yang lain melanjutka perjalanan melewati Jalur Kawagoe menuju Stasiun Kawagoe. Sedikit kereta meninggalkan Hachikō di Stasiun Haijima, memasuki Jalur Ōme dan berakhir di Stasiun Tokyo.
Bagian utara yang belum terelektrifikasi menghubungkan Komagawa dengan Kuragano. Seluruh kereta melanjutkan perjalanan melewati Jalur Takasaki sampai Stasiun Takasaki, di mana transfer menuju Jōetsu Shinkansen tersedia. Tidak ada layanan langsung yang menghubungkan bagian utara dan selatan jalur.
Nama Hachikō merupakan susunan dua huruf kanji, yang pertama diambil dari karakter petama Hachiōji (八王子 ) dan kanji kedua diambil dari karakter pertama Takasaki (高崎 ).
Mulai tahun 2017, rangkaian sepuluh kereta E231-0 yang berpangkalan di Depo Mitaka dan sebelumnya digunakan pada Jalur Chuo-Sobu di restorasi dan dikonversi menjadi rangkaian empat kereta E231-3000 series yang berpangkalan di Kawagoe untuk digunakan pada Jalur Kawagoe dan Jalur Hachiko.[3] Rangkaian pertama beroperasi secara komersial mulai 19 Februari 2018.[4]
Mulai tahun 2018, rangkaian kereta 209-500 yang sebelumnya berpangkalan di Depo Mitaka dan digunakan pada Jalur Chuo-Sobu direstorasi dan dikonversi menjadi rangkaian empat kereta 209-3500 series yang berpangkalan di Kawagoe untuk digunakan pada Jalur Kawagoe dan Jalur Hachiko.[5]
Bagian pertama dari jalur ini, bernama Jalur Utara Hachiko (八高北線 ), dibuka dari Kuragano menuju Kodama pada 1 Juli 1931, diikuti dengan bagian dari Hachioji hingga Higashi-Hanno, yang dinamai Jalur Selatan Hachiko (八高南線 ), pada 10 Desember 1931.[2] Jalur Hachiko Utara diperpanjang ke arah selatan dari Kodama ke Yorii pada 25 Januari 1933, dan Jalur Hachiko selatan diperpanjang ke arah utara dari Higashi-Hanno ke Ogose pada 15 April 1933.[2] Jalur Hachiko Selatan diperpanjang lebih jauh ke utara lagi dari Ogose ke Ogawamachi pada 24 Maret 1934, dan bagian terakhir antara Ogawamachi dan Yorii dibuka pada 6 Oktober 1934, menghubungkan bagian utara dan selatan, dan menyelesaikan seluruh jalur, yang sekarang cukup disebut Jalur Hachiko.[2]
Seluruh kereta yang melayani penjmpang diubah dari yang sebelumnya bertenaga uap menjadi bertenaga listrik sejak 20 November 1958.[2]
Sistem persinyalan terpusat diresmikan di seluruh jalur pada 27 Februari 1985.[2] Pada 1 April 1987, setelah privatisasi dan pemwkaran dari Japanese National Railways (JNR), kepemilikan Jalur Hachiko dialihkan kepada JR East.[2]
Mulai 16 Maret 1996, bagian dari Hachioji ke Komagawa dielektrifikasi pads tegangan 1500 V DC, dan layanan pads jalur utara yang tidak dielektrifikasi dari Komagawa menuju Takasaki dioperasikan terpisah hanya dengan menggunakan seorang operator/ masinis saja menggunakan KRD KiHa 110 series.[2][6]
Pada tahun 1945, sebuah tabrakan antar muka di jembatan Tamagawa menyebabkan 105 orang tewas.
Anjlokan Jalur Hachiko pada tahun 1947 adalah kecelakaan kereta terburuk di masa setelah Perang Dunia II di Jepang dalam hal korban jiwa.